Jumat, 08 November 2019

"Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain"


8,November 2019

Assalamualaikum wr wb. 
Nama: Miftahul Rizkika Pasha
Kelas : X Mia 4
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Asal sekolah : SMAN 1 KAB. Tangerang
Guru Pembimbing : Rizka Susilawati M.pd
No.absen : 22
Hari/tanggal : Selasa, 5 November 2019

Kelompok
Nama anggota:
1. Ayu imma syakira
2.Diaz Ariesta Syahriani
3. Miftahul Rizkika Pasha
4. Nasywa Nurul A'idah


Jadi kali ini aku beserta teman-temanku ingin membahas tentang "tidak berhijab tetapi sopan atau berhijab tetapi masih suka membicarakan aib/kejelekan orang lain", nah menurut pendapat kalian gimana ni gaes......





Menurut pendapat kelompok aku itu, lebih baik berhijab tetapi masih membicarakam aib orang lain,karena menutup aurat merupakan suatu kewajiban seorang wanita muslimah. Apabila seorang wanita berhijab tetapi masih melakukan kejelekan itu termasuk wajar ga si gaes, karena mereka juga kan manusia bukan malaikat atau nabi yang secara sadar atau tidak sadar melakukan dosa tersebut. 
Menutup aurat itu kan sudah diwajibkan dari Allah SWT, untuk wanita muslim karena ada sabda nabi dan qur'an suratnya loh 

Aurat itu wajib ditutupi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ
Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2794. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»

Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud)

Ada beberapa pendapat menurut beberapa ulama tentang menutup aurat:
  • Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa aurat itu berarti kurang, aib dan jelek. (Al Majmu’, 3: 119).
  • Asy Syarbini berkata, “Aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Termasuk telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan, dari ujung jari hingga pergelangan tangan.
Ada pula Qur'an surat

Q.s. An-Nur/24:31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Jadi gitu loh gaes kenapa menurut aku dan kelompok aku itu lebih baik berhijab tetapi masih membicarakan aib orang, tapi kalian jangan salah mengartikan ya gaes maksudnya itu walaupun begitu akhlak kita juga sedikit demi sedikit diubah menjadi lebih baik🥰

So, jika belum bisa berhijab, jangan mencela yang sudah berhijab dengan mencari-cari kesalahannya. Wanita berhijab karena ingin memenuhi kewajibannya pada Allah, dia takut kepada Allah, ingin dekat dengan Allah. Mau dosanya sebanyak air lautan kan yang penting dia sudah berhijab,kalau mereka membicarakan keburukan orang lain jangan menyalahkan hijab karena hijab hanya untuk menutup aurat bukan berarti yang berhijab bisa sempurna,sedangkan membicarakan keburukan orang lain itu akhlaknya harus di perbaiki menjadi lebih baik.




Orang yang berhijab tetapi masih membicarakan aib orang lain itu ga berarti salah. Misalnya "ih dia ma pake hijab ko tapi ngomongin aib orang" nah, pertanyaannya apakah kalau berhijab  tidak bole membicarakan aib orang? Nah, memang betul kita tidak boleh seperti itu,karena sebenarnya hijab&perilaku   

Jadi kita sebagai wanita muslim harus munutup aurat terlebih dahulu, masalah membicarakan aib orang, menjelek-jelekan orang lain itu bisa kita ubah/memperbaikinya secara perlahan,karena sebenarnya kodratnya manusia manusia itu tempatnya salah, dan yang maha benar dan maha sempurna itu hanyala Allah SWT,dan biarkan wanita muslim yang berhijab itu memperbaiki dirinya secara perlahan. Karena muslimah yang berhijab belum tentu baik tetapi muslimah yang baik sudah tentu berhijab🤗


Nah berikut ini adalah pertanyaan yang sudah di jawab oleh kelompok aku:
• Apakah kamu termasuk siswa (Miftahul) yang sudah membiasakan diri berbusana secara Islam?
  Jawabannya: Sudah, tetapi terkadang khilaf keluar rumah tidak memakai kerudung.
• Apakah kamu termasuk siswa (Nasywa) yang sudah membiasakan diri berbusana secara Islam?
  Jawabannya: Sudah, Tetapi terkadang suka khilaf berfoto tidak memakai hijab.
• Apakah kamu termasuk siswa (Diaz) yang sudah membiasakan diri berbusana secara Islam?
  Jawabannya: Sudah, tetapi terkadang khilaf tidak memakai kerudung saat menyapu teras rumah
• Apakah kamu termasuk siswa (Ayu) yang sudah membiasakan diri berbusana secara Islam?
  Jawabannya: Sudah, contohnya: jika saya pergi keluar rumah insyaallah memakai hijab. Dan jika menyapu teras belum terbiasa. Insyaallah jika pergi selalu memakai hijab😁.

Jadi mulai sekarang dicoba untuk menjaga lisan dan menutup auratnya ya teman teman😊

 



Dibaca ya ambil baiknya buang buruknya, semoga bermanfaat🥰



Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh







Selasa, 29 Oktober 2019

Berbusana Muslim dan Muslimah Cermin kehidupan dan kepribadian

Assalamualaikum wr wb

Nama: Miftahul Rizkika pasha

Kelas: X Mia 4

Mata pelajaran : pendidikan agama Islam

Asal sekolah : SMAN 1Kab.Tangerang

Guru pembimbing : Rizka susilawati M.pd

Tanggal&hari: Selasa,29 oktober 2019.


         "Memahami Dalil Menutup Aurat"

Assalamualaikum guys,jadi disini saya akan menjelaskan tentang dalil menutup aurat😉 .

Kalau kita lihat dari kehidupan masyarakat sekitar, banyak sekali kita menjumpai kaum wanita yang keluar rumahnya tidak memakai jilbab atau bahkan memakai rok pendek. Anehnya, keadaan itu dianggap biasa saja. Tidak dianggap itu adalah sebuah kemaksiatan yang perlu dihindari. Seakan-akan menutup aurat bukan sebuah kewajiban dan membuka aurat bukan sebuah dosa.

 Bahkan sebaliknya, terkadang orang yang menutup auratnya dianggap aneh,lucu,dan asing. Benarkan? Kenapa ya mereka begitu?
 Sebenarnya, karena mereka jauh dari agama islam, sehingga mereka tidak mengerti apa yang menjadi kewajiban termasuk kewajiban menjaga aurat. Nah! Kali ini aku akan bahas deh tentang seberapa penting dan dosakah kita jika tidak menutup aurat.

Apasi aurat itu? Aurat menurut bahasa,berarti malu ,aib,dan buruk. Kata aurat itu berasal dari kata awira yang artinya hilang perasaan.
Sedangkan menurut istilah dalam hukum Islam ,aurat adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt.



 Aurat itu wajib ditutupi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ
Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2794. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»

Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud)

Ada beberapa pendapat menurut beberapa ulama tentang menutup aurat:
  • Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa aurat itu berarti kurang, aib dan jelek. (Al Majmu’, 3: 119).
  • Asy Syarbini berkata, “Aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Termasuk telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan, dari ujung jari hingga pergelangan tangan.
  • Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat itu wajib ditutupi dari pandangan manusia ketika berada bukan hanya di dalam shalat, namun juga di luar shalat. Juga aurat tersebut ditutup ketika bersendirian kecuali jika dalam keadaan mandi.” (Fathul Qorib, 1: 115).
Ada pula Qur'an surat

Q.s. An-Nur/24:31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
                      

Sebenarnya masih banyak banget loh hadist ataupun ayat al-quran yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga aurat. 
 Dari ayat tadi diatas bisa kita simpulkan bahwa, kewajiban menutup aurat disyari'atkan untuk kepentingan manusia itu sendiri sebagai wujud kasih sayang dan perhatian Allah SWT. Terhadap kemaslahatan hamba-Nya dimuka bumi.

 Pada intinya menutup aurat itu adalah kewajiban. Kalau diperhatikan aurat perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. Aurat laki-laki hanya dari pusar sampai lutut, sementara aurat perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan menurut pendapat sebagian ulama.
 Karena aurat perempuan itu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan menurut sebagian ulama, maka perempuan diharuskan menggunakan jilbab. Makna jilbab itu sendiri sebetulnya masih dalam perdebatan.  Ada yang mengatakan jilbab penutup kepala sampai dada. Ada pula yang berpendapat jilbab adalah kain penutup seluruh tubuh, dari kepala sampai ujung kaki.

Perintah untuk menggunakan jilbab ini didasarkan pada firman Allah surat al-Ahdzab ayat 59
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuan, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenal dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS: al-Ahdzab ayat 59)

Isi kandungan dari surat al-ahzab ayat 59 :

Wahai Nabi (Muhammad), sampaikanlah perintah-perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, dan mulailah dari dirimu sendiri, maka perintahkanlah istri-istrimu, ummahatul mukminin yang suci, dan anak-anakmu yang utama dan mulia agar mereka menjulurkan jilbab yang syar’i, dan agar mereka berhijab dari pandangan-pandangan laki-laki, agar mereka menjadi teladan bagi seluruh wanita dalam hal menjaga diri, menutup aurat, dan memiliki rasa malu, sehingga tidak ada orang fasik yang tamak kepada mereka, atau tidak akan ada orang fajir yang mencapai kehormatan mereka. Dan perintahkanlah seluruh istri orang mukmin agar mereka mengenakan jilbab yang lapang, yang menutupi kecantikan-kecantikan dan perhiasan mereka, dan mencegah lisan-lisan yang buruk terhadap mereka.



terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat dan segeralah bertaubat teman🤗